Tradisi Syawalan Bani, Menjalin Rasa Memiliki Keluarga Besar dan Saling Sapa

25 April 2023, 18:55 WIB
Melalui tradisi Syawalan Bani keluarga besar berkumpul. /Foto : Aris Munandar

DESK DIY - Setelah "ujung" sana sini, mengunjungi kerabat dekat kerabat jauh yang ujung ujungnya hanya ampunan Allah yang diharapkan dengan saling Silaturahmi maaf-maafan di bulan Syawal 1444 H.

Giliran di hari berikutnya, adalah Reuni SD, reuni SMP, dan reuni SLTA.  Ada juga tradisi syawalan Bani, baik dari keluarga laki-laki maupun keluarga perempuan.

Di dalam acara terakhir ini sebelum mengakhiri masa libur bulan Syawal tahun 1444 H bertemu dengan saudara-saudara jauh di acara Pertemuan Bani. Waktu yang benar-benar tepat untuk mengadakan pertemuan Bani atau Reunian biasanya jelang habisnya masa cuti bersama, yaitu pada hari Senin kemarin dan Selasa hari ini (25-04/2023), setelah acara ujung atau saling mengunjungi dengan tetangga dekat dan tetangga jauh selesai.

Baca Juga: Pasca Lebaran Kota Yogyakarta Masih Dipadati Kendaraan, Malioboro Macet

Hari ini, Selasa (25-04/2023) menurut pengamatan penulis hampir di setiap kampung bisa dipastikan ada pertemuan besar Bani, sedangkan kalau pertemuan reunian banyak diadakan di rumah-rumah makan atau kafe di sekitar Borobudur Kabupaten Magelang.

Seperti yang terjadi pada pertemuan Bani Ghozali, yang berlangsung di Dusun Ngaglik, Sucen Krakitan Salam. Hampir rata-rata setiap acara rutin mengabarkan tentang kondisi keluarga masing-masing, seperti anak cucunya yang sedang menganggur, atau sedang mencari kerja barangkali dalam pertemuan Bani itu ada salah satu kerabatnya yang bisa membantu dalam mencarikan pekerjaan buat saudara yang lain yang sedang kesusahan.

Atau ada kerabat lain yang sedang kesusahan dalam menyelesaikan sekolah atau kuliahnya, dan tentu saja dalam pertemuan Bani tersebut diharapkan dapat membantu penyelesaian persoalan permasalahan keluarga lain yang sedang bermasalah.

Baca Juga: ASN Boleh Halal Bihalal Tapi Setelah 2 Mei. Ini Alasannya

Jadi, menurut Azhari, ketua panitia pertemuan Bani Ghozali menyampaikan bahwa pertemuan Bani yang sudah Rutin dijalankan dalam beberapa tahun ini bukan ajang pamer atau ajang gengsi, ajang kesuksesan terhadap keluarganya.

"Tapi betul-betul pertemuan Bani ini juga menjadi salah satu cara mencari solusi agar keluarga besarnya bisa menjalani kehidupan dengan bahagia," katanya.

"Memang tidak semua masalah keluarga saudara saudara se bani bisa diatasi, kita atau kami tugasnya meminimalisir munculnya konflik antar saudara," kata Azhari ketika ditanya alasan harus rutin tiap tahun diadakan tatap muka seperti ini.

Baca Juga: Tradisi 'Ujung' yang Tak Tergerus Zaman

Itulah fungsinya pertemuan Bani. Semua sama, semua masih saudara, dan semua saling menjaga perasaan keluarga lain yang masih kekurangan. Atau kita bisa belajar dengan keluarga lain yang meskipun hidupnya pas-pasan tetapi dari raut muka dan wajahnya memancarkan kebahagiaan yang luar biasa. Sesama saudara bisa saling curhat dan saling menasihati dalam menjalani hidup ini.

Dalam pertemuan Bani diupayakan  dihindari perasaan sombong, pamer, riya, kikir dalam segala hal. "Tetapi belajar berbagi terhadap saudara saudaranya  atas rejeki Allah yang  selama ini dititipkan kepada saudara saudaranya,' kata,Ashari lagi.

"Inilah pentingnya pertemuan Bani. Penting dalam segala hal. Bukan soal mobil yang dibawa di acara pertemuan itu, atau kemewahan dalam menyajikan makanan dalam pertemuan itu, tetapi soal rasa memiliki terhadap keluarga besarnya yang lebih diutamakan," Tutup Ashari. *** (Aris Munandar)

Editor: Chaidir

Tags

Terkini

Terpopuler