Penyelenggaraan Ibadah Haji Lancar dan Inovatif, Menag RI Apresiasi Kerajaan Saudi

- 25 Juni 2024, 11:11 WIB
Para jemaah haji saat melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji.
Para jemaah haji saat melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji. /Foto : Istimewa

DESK DIY – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi Kerajaan Saudi yang telah melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M dengan baik, lancar, dan inovatif.

“Terima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman atas kepemimpinan beliau sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Saudi Arabia yang sangat kuat sehingga semua perjalanan rangkaian ibadah haji bisa berjalan dengan lancar,” ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Senin (24 Juni 2024).

Ia menyampaikan terima kasih atas nama Pemerintah Indonesia dan seluruh jemaah haji Indonesia atas seluruh pelayanan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia melalui Kementerian Haji dan Umrah kepada para jemaah haji, khususnya jemaah haji Indonesia.

Menag Yaqut Cholil Qoumas kembali menjadi Amirul Hajj pada operasional haji 1445 H/2024 M. Menag memimpin operasional penyelenggaraan ibadah haji bagi 213.320 jemaah haji reguler. Gus Men, panggilan akrabnya menyaksikan langsung beragam kebijakan dan inovasi yang diinisiasi Saudi selama berada di Tanah Suci. Gus Men kembali ke Tanah Air pada 21 Juni 2024.

Baca Juga: Penyerang Pusat Data Nasional Minta Tebusan 8 Juta Dolar AS. Menkominfo : Tidak !

“Kami Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inovasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah di bawah kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Tawfiq F Al Rabiah atas terbitnya, misalnya, Smart Card atau Nusuk Card yang ini jelas bisa membedakan mana jemaah haji yang authorized dan anauthorized,” sebut Menag.

Menurut Gus Men, kondisi rangkaian penyelenggaraan ibadah haji saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina semuanya berjalan lancar, karena jemaah haji resmi saja yang bisa menjalani ibadah dengan baik.

Menag juga menyampaikan apresiasi atas pemberian fasilitas fast track oleh Pemerintah Arab Saudi. Fast track merupakan fasilitas pre-clearance atau pemeriksaan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor, dilakukan oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Sehingga, setibanya di Bandara Madinah atau Jeddah, bisa langsung menuju bus untuk ke hotel.

Selama ini, layanan fast track diberikan untuk jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Baru mulai tahun ini, Indonesia mendapatkan dua tambahan fasilitas fast track, di Bandara Adi Soemarmo Solo dan Djuanda Surabaya.

Halaman:

Editor: Chaidir

Sumber: Kemenag


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah