Tenaga Pendukung PPIH adalah Pelayan Tamu Allah

- 9 Mei 2024, 20:59 WIB
Bimtek Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi
Bimtek Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi /Foto : Kemenag RI

DESK DIY - Kantor Urusan Haji (KUH) pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memberikan pembekalan kepada tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Bimbingan teknis berlangsung di KUH KJRI Jeddah pada 8 – 10 Mei 2024.

Bimtek dibuka oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. Hadir, Konjen RI di Jeddah Yusron Bahauddin Ambary, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, para Kepala Bidang layanan Haji, serta para Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Madinah, dan Makkah.

Bimbingan teknis diikuti 644 peserta. “Kalian yang hadir di sini adalah orang istimewa yang telah dipilih dari ribuan peserta. Saya harap kalian nantinya dapat bersinergi, kompak dalam menjalankan tugas, tidak egosentris,” pesan Hilman Latief di Jeddah, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga: Garuda Indonesia Tambah Petugas untuk Layani Jamaah Haji Lansia

“Ketika sudah ditetapkan sebagai tenaga pendukung, maka semua posisinya sama. Tidak ada guru besar, mahasiswa S3, mahasiswa S2, atau mukimin, semua adalah pelayan tamu Allah yang sama pentingnya,” lanjutnya.

Hilman mengingatkan para tenaga pendukung untuk meluruskan niat dan mematuhi peraturan dari pemerintah Arab Saudi. Sebab tugas tenaga pendukung adalah melayani tamu Allah yang sedang berada di Arab Saudi. “Sehingga mentaati ketentuan di Arab Saudi menjadi sangat penting,” tegasnya.

“Tugas para tenaga pendukung PPIH adalah melayani tamu-tamu Allah. Jangan disibukkan dengan ibadah sendiri. Melayani tamu Allah bagian dari ibadah,” tandasnya.

Baca Juga: 75.572 Visa Jamaah Haji Reguler Sudah Terbit. Pemberangkatan ke Tanah Suci Mulai 12 Mei 2024

Sebelumnya, Staf Teknis Haji Nasrullah Jasam melaporkan bahwa 644 tenaga pendukung peserta Bimtek, terdiri atas unsur mukimin dan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Timur Tengah. Selama bimtek, mereka akan mendapat pembekalan yeknis terkait tugas operasional dalam penyelenggaraan ibadah haji. Materi itu misalnya berkaitan dengan tugas dan fungsi tenaga pendukung di kantor Daerah Kerja, baik Makkah, Madinah, maupun Bandara. Selain itu, ada juga tenaga pendukung yang akan ditempatkan pada layanan transportasi, akomodasi, dan katering.

Halaman:

Editor: Chaidir


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah